Thursday, September 24, 2015

TEORI CITRA DAN REPUTASI

CITRA



Ada beberapa definisi citra yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:
Kotler (2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker & Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of people think and know about or object “.
Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987 ; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.

Suatu citra bisa sangat kaya makna atau sederhana saja. Citra dapat berjalan stabil dari waktu ke waktu atau sebaliknya bisa berubah dinamis, diperkaya oleh jutaan pengalaman dan berbagai jalan pikiran asosiatif. Setiap orang bisa melihat citra suatu objek berbeda-beda, tergantung pada persepsi yang ada pada dirinya mengenai objek tersebut atau sebaliknya citra bisa diterima relatif sama pada setiap anggota masyarakat, ini yang biasa disebut opini publik.
Seperti yang dikemukakan Assael ( 1987 ; 162 ) yaitu : “ An Image is a total perception of the subject that this formed by processing information from various sources over time “. Citra merupakan keseluruhan dari persepsi seseorang terhadap satu hal yang dibentuk melalui proses informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. 

Berikut merupakan contoh dari citra di dalam sebuah perusahaan:

- Citra Harapan (Wish Image)
Suatu citra yang dibentuk sesuai dengan keingininan perusahaan atau organisasi. Contoh:
PT Djarum adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Rokok saat ini masih banyak mengalami pertentangan karena ada anggapan bahwa rokok itu haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim. Ini merupakan salah satu isu yang mengancam perusahaan PT Djarum. walaupun isu yang kontra terhadap PT Djarum ini banyak namun tidak menghalangi perusahaan ini tetap berjalan, salah satu cara untuk membangun citra harapan adalah dengan mengadakan program CSR. Dengan berbagai program CSR yang diadakan perusahaan ini masyarakat akan melihat PT. Djarum sebagai perusahaan yang turut membangun negeri seperti teks linenya, jadi masyarakat lebih memandang PT Djarum dari sisi positif dengan berbagai program CSR yang dijalankan, dibanding sisi negatifnya.

- Citra perusahaan 
merupakan citra secara keseluruhan yang dipandang dari kinerja internal perusahaan yang meliputi sejarah, visi& misi perusahaan, kualitas pelayanan, keberhasilan, hingga tanggungjawab sosial yang dijalankan perusahaan. Melalui hal tersebut public akan mengetahui gambaran pesan yang akan disampaikan dari perusahaan tersebut.
Contoh:
Perusahaan maskapai penerbangan Air Asia, sebagai maskapai baru pasti membutuhkan image yang baik sehingga dapat menarik konsumen atau penumpang agar mau menggunakan jasa penerbangan Air Asia. Citra Air asia sekarang ini yang diusung adalah armadanya yang selalu baru dengan pilot yang sudah mempunyai jam terbang panjang. Dengan teks line ini maka dapat menarik konsumen dari kalangan yang berpengalaman atau menengah keatas, walaupun sebelumnya Air Asia selalu mengusung promo untuk menarik penumpang menengah kebawah.

 Ada 5 (lima) jenis citra yaitu citra bayangan (mirror image), citra yang berlaku (current image),citra yang diharapkan (wish image), citra majemuk (multiple image), citra perusahaan (corporate image). 
1.      Citra  Bayangan  :
Citra bayangan adalah suatucitra yang melekat pada orang–orang dalam atau anggota  organisasi  pada suatu perusahaan/organisasi. Biasanya citra bayangan ini sering melekat pada para pimpinan organisasinya.“Orang–orang dalam“ organisasi sering menganggap bahwa citra organisasi di mata masyarakat adalah positif bahkan seringkali terlalu positif. Anggapan “orang–orang dalam“ organisasi tentang citranya yang positif di masyarakat  memang seringkali tidak selalu tepat atau tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya sedang terjadi.
2.      Citra  Yang  Berlaku :
Citra  yang  berlaku  adalah  suatu  citra  atau  pandangan  yang  melekat  dari  pihak – pihak  luar / eksternal  tentang  suatu  organisasi. Seperti citra bayangan, citra yang berlaku juga tidak   selamanya /  seringkali  jarang  sesuai  dengan  kenyataan,  karena  hal  tersebut  terbentuk  berdasarkan  pengalaman  atau  pengetahuan  dari  orang – orang  luar  tersebut  yang  biasanya  tidak  punya  informasi  yang  memadai  tentang  organisasi  yang  bersangkutan. Citra  tersebut  cenderung  negatif  sehingga  bisa  punya  dampak  bagi  citra  buruk  organisasi.  Dan  seringkali  kurang  disadari  oleh  pihak  manajemen  banyak  organisasi,  oleh  karena  itu  public  relations  harus  secara  simultan  menginterpretasikan  sikap – sikap  pihak  luar  terhadap  organisasinya  yang  bisa  saja  keliru  memperkirakan  pandangan  khalayak  eksternalnya.
3.      Citra  Yang  Diharapkan :
Citra  yang  diharapkan  adalah  suatu  citra  yang  diharapkan /  diinginkan  oleh  pihak  manajemen  banyak  organisasi.  Citra  ini   juga  tidak  sama  dengan  citra  yang   sebenarnya.   Biasanya   citra   yang   diharapkan   ini   lebih    baik  atau   lebih 
menyenangkan  daripada  citra  yang  ada.   Namun  secara  umum,  bahwa  citra  yang  diharapkan  adalah  suatu  hal  yang  selalu  identik  dengan  hal – hal  yang  baik.  Jadi   citra  yang   diharapkan  adalah   suatu    program   yang  dirumuskan  dan 
kemudian  dilaksanakan  guna  menyambut  sesuatu  hal  yang  relatif  baru   khususnya  pada  suatu  hal  dimana  khalayak  eksternal  ( target  khalayak )  organisasi  belum  memiliki  informasi  yang  memadai  mengenai  hal  yang   dimaksud.
4.      Citra  Majemuk:
         Citra  majemuk  adalah  suatu  citra  yang  beraneka  ragam  yang  belum  tentu  sama  dengan citra  organisasi  atau  perusahaan  secara  menyeluruh.  Bisa  dikatakan  bahwa  jumlah  citra  yang  dimiliki  suatu  organisasi  / perusahaan  sama  banyaknya  dengan  jumlah  anggota  organisasi  yang  dimilikinya.  Untuk  mengantisipasi  masalah – masalah  yang  mungkin  akan  timbul,  variasi  citra  tersebut  harus  dieliminis  seminimal  mungkin  dan  citra  perusahaan  harus  ditegakkan.  Contoh  solusi  yang  bisa  diterapkan  antara  lain  mewajibkan  semua  karyawan  mengenakan  pakaian  seragam,  menyamakan  jenis  dan  warna  mobil  dinas  dsb.
5.      Citra  Perusahaan 
        Citra  perusahaan  atau  seringkali  juga  disebut  sebagai  citra  lembaga / institusi  adalah  merupakan  citra  dari  sebuah  organisasi  secara  menyeluruh.  Penjabaran  citra  perusahaan  bukan  hanya  dilihat  secara  parsial  dari  sudut  citra  atas  produk  atau  pelayanan  semata – mata.  Karena  citra  perusahaan    merupakan  sebuah  proses  perjalanan  perusahaan  yang  kemudian  menghasilkan   sebuah  penilaian  secara  menyeluruh  tentang  organisasi  yaitu  citra  perusahaan.  Indikator  citra antara  lain  sejarah  atau  riwayat  hidup  perusahaan  yang  gemilang,  kinerja  keuangan  yang  pernah  diraih,  keberhasilan  ekspor,  hubungan  industrial  yang  baik,   partisipasi  dalam  memikul  tanggung  jawab  sosial  dsb.  

 **
REPUTASI
Reputasi adalah sebuah konsep dalam public relations (PR) yang sulit didefinisikan secara tegas. Reputasi adalah intangible asset yang sulit diukur dan dijelaskan keberadaannya karena reputasi bukan sebuah produk yang dapat dilihat. Meski demikian keberadaan reputasi yang baik dapat memperkuat posisi perusahaan ketika berhadapan dengan pesaing.
Beberapa kalangan menganggap reputasi sama dengan image perusahaan, sedangkan kalangan yang lain menyebut bahwa reputasi memiliki perbedaan dengan image. Kennedy (1977) dalam Gotsi dan Wilson (2001) menyatakan bahwa image memiliki kesamaan dengan reputasi karena perusahaan pun membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk sebuah image. Sehingga perdebatan mengenai definisi image dan reputasi tidak diperlukan, selama publik dapat memahami konteks dalam memahami kedua konsep tersebut. 
Dalam persepsi publik, citra perusahaan terbentuk dari asosiasi antara perusahaan sebagai subjek dan atribut- atributnya (citra baik atau buruk, berkualitas atu tidak berkualitas, peduli lingkungan, bertanggung jawab dan sebagainya). Menurut Dr. AB Susanto, akumulasi dari citra perusahaan akan membentuk reputasi perusahaan yang bermakna bagi perusahaan itu sendiri., contoh salah satu perusahaan yang sukses mengangkat citra perusahaannya adalah Nestle Indonesia.  

Contoh dari reputasi:
- PT. Awal Fajar Adicita, perusahaan yang bergerak dibidang communication specialist yang berdiri sejak 1995 ini menumbuhkan kepercayaan, citra dan reputasi melalui profesionalisme dengan cara memberdayakan SDM melalui fasilitas pebdukung. Misi PT. AFA adalah menciptakan keharmonisan hubungan antara pihak-pihak berkepentingnan dengan para stakeholder-nya, melalui komunikasi yang terencana, efektif dan optimal.
- Jakob Oetama, seorang pengusaha pemilik usaha Kompas Gramedia Group yang pada awal mula berdiri tidak hanya mewartakan berita kehalayak luas, tetapi sudah menjadi konglomerat yang memiliki banyak usaha. Bisnis Kompas Gramedia Group tidak hanya berkutat pada wilayah percetakan, penerbitan tapi sudah merambah ke bisnis perhotelan, televisi, pendidikan hingga consumer goods.
- Asian Insurance Cabang Yogyakarta, suatu perusahaan asuransi yang selalu menjaga citra perusahaan demi meningkatkan kepercayaan para nasabahnya. Terlebih lagi perusahaan asuransi ini tergolong pendatang baru yakni baru 3 bulan beroprasi di Yogyakarta maka diperlukan berbagai langkah untuk bisa mengatur dan merebut pasar di kota gudeg ini. 



Monday, January 26, 2015

NEW MEDIA MARKETING


> Konsep Elemen Marketing dalam Pemasaran media baru
> Segmenting
Sekelompok orang / konsumen yang memiliki kemasa respons/minat/values belum tentu berinteraksi satu sama lain (dibentuk).

> Targeting
Memilih segmen yang akan dilayani (satu atau lebih) yang memberikan manfaat optimum pada perusahaan.

> Strategi Segmenting 
a. Riset pasar
b. Listening
c. Talking
d. Energizing
e. Helping
f. Embracing 

   Orang/komunitas menolak atau menerima marketer untuk bergabung atau sebaliknya marketer dapat melakukan hal yang sama yaitu menolak atau menerima orang/komonitas.

> Positioning  
Menempatkan daya pesona /value apa yang diinginkan ada dalam presepsi konsomen lebih mudah membedayakan dari orang lain (pesaing) Memperjelas daya pesona /value/karakter pada komunitas yang sudah di-confrim didukung dengan fakta (bukan bohong campur sumpah).

> Strategi Targeting
a. Kriteria memilih : ukuran pasar, pertumbuhan pasar, persaingan, dan keungulan gaya saing.
b. Tentukan kriteria persetujuan
c. Relevansi (intelectual,emosional, dan spiritual)
d. Tingkat keaktifan
e. Potensi jaringan (seberapa luas jaringannya)


> Strategi Positioning 
- Talking your color
- Clearing your self
- Clarifying your brand personal

Elemen Marketing dalam Pemasaran media baru. 

> PRODUK
Produk merupakan bentuk tawaran baik tangible mapupun intangible Statis, satu arah, satu sumber Produk diciptakan atas keinginan pelanggan Prosesnya : dinamis, interaktif dan multisumber Diciptakan bersama dengan konsumen atau bersama perusahaan lain. 

> PRICE
Sejumlah nilai pengorbanan pelanggan untuk memperoleh produk yang sifatnya cenderung tetap Sejumlah nilai pengorbanan pelanggan untuk memperoleh produk yang lebih fleksibel karena ditentukan oleh nilai tukar uang sebuah negara Bahkan proses dilakukan bersama anatar produsen dan pelanggan Penyebabnya : faktor waktu, BBM dst

> PLACE 
Saluran distribusi yang dapat menghantar produk dari produsen ke konsumen Mengaktifkan komunitas lewat pemimpin dan aktivis komunitas untuk memasarkan /mempromosikan produk  

> PROMOTION
Menginformasikan produk baru, perubahan harga dsb Membujuk agar konsumen melakukan pembelian Mendorong pelanggan melakukan brand switching dan mempertahankan brand awareness Proses interaksi antara dua pihak yang kedudukannya setara berdiskusi untuk menemukan kebenaran bersama.

> PROSES 
Menciptakan customer value yang dicerminkan oleh kualitas yang tinggi, cost lebih rendah dari deliveryyang tepat waktu . Proses menciptakan value berkalaborasi dengan perusahaan lain secara horizonta atas pentingan yang sama untuk memuaskan konsumen secara maksimal-utuh tanpa catat ( toyota, dan daihatsu ,merek: avanza-xenia , terios-rush) 

> PEOPLE 
Pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).

> SERVICE
Service dominate the expendingword economy as never before, and nothing stands stiil Melayani orang / konsumen denan kepedulia yang tulus, sepenuh hati baik before-during-after sales service-bukan lip service , bukan sekedar perhatian-bukan layanan nomor bebas pulsa Memperhatikan konsumen utuh sebagai manusia,bukan terbatas objek layanan 

> Manajemen pemasaran media baru. 
> Rencana Bisnis
Memahami produk,pasar, persaingan, hambatan, biaya pemasaran - pemasaran dan pengiriman yang efektif dan kerangkan implementasi yang baik.
a. Tentukan tujuan. 
b. Memahami pasar Produ.

> Domain Nama
Pilih domain yang mudah diingat Daftarkan nama tersebut agar memiliki legalitas hukum Jika menemukan bahwa domain pilihan yang telah digunakan periksa layanan domain lainnya.

> Desain dan Pengembangan
a. Desain ditujukan untuk berkomunikais dengan pelanggan
b. Kecepatan akses
c. Navigasi yang logis
d. Terlihat menarik
e. Nuansa destinasi utama
f. Grafis mewah akan mengakibatkan pelanggan tidak sabar.

> Mengelola Konten
Pastikan informasi tetap menarik dan relevan sehingga memungkinkan perusahaan beradaptasi untuk memenuhi tuntutan pelanggan online Jika situs sibuk, interaksi dengan pelanggan dan pemrosesan order dapat memakan waktu yang lama.

Pastikan agar pelanggan tidak beralih karena keterlambatan dan siapkan anggaran untuk mengembangkan situs guna mengatasi masalah itu.

> Pemasaran Online dan Ofline
• Strategi online Daftarkan link dengan situs kunci yang relevan dengan target pasar yang ingin dicapai Bayar untuk iklan di bagian situs web populer yang dikunjungi oleh target pasar Tempatkan situs pada mesin pencari dan situs portal seperti yahoo, google, altavista.com dll

• Strategi Offline Sertakan URL (alamat web pada semua stasioner perusahaan) Manfaatkan media konvensional melalui siaran pers yang ditargetkan Tempatkan iklan cetak di media yang tepat Manfaat pameran dagang, agen perjalanan

> Transaksi Elektronik
Tantangan utama bagi perusahaan mampu melakukan transaksi online untuk kartu kredit , biasanya dilakukan dengan menggunakan rincian kartu kredit yang diperlukan melalui web kemudian secara manual dimasukkan ke rekening merchant lokal dalam batch sehari-hari.

> Social Media for Business 
Social media marketing merupakan teknik menjadikan social media sebagai sarana marketing atau pemasaran produk dan untuk membantu memahami berbagai tipe social media yang populer.
  
> Perencanaan promosi dalam media pemasaran baru
a. Mendiskripsikan keseluruhan tujuan rencana pemasaran online
b. Mendiskusikan dan menyusun perpaduan rencana promosi offline dan online
c. Mendiskripsikan kondisi website marketer dan renacana ppemasaran, kekuatan dan kelemahan marketer
d. Mendiskusikan konsisi e-market, peluang yang tersedia dan ancaman
e. Mengidentifikasi pelanggan online yang paling ideal dan target pasarnya, tunjukkan profil kelompok browser yang menurut marketer akan sangat tertarik pada produk
f. Mediskusikan setiap penelitian yang akan dilakukan untuk membuat rencana e-marketing seperti     survei online, email, jajak pendapat atau kelompok fokus bahkan offline
g. Membuat perencanaan yang spesifik untuk mencapai target pasar
h. Menentukan harga produk dan ajasa
i. Mengembangkan rencana untuk membangun reputasi marketer online
  

> Strategi Media pemasaran baru 
Kriteria strategi penting agar sukses.Kualitas web
a. Kesadaran dan kedudukan search engine
b. Tambahan trafic situs dari posting media sosial
c. Gunakan media sosial untuk link berbasis SEO
d. Sasaran pasar spesifik
e. Memperbaiki pengenalan merek
f. Penggunaan Multimedia
g. Mengintegrasikan offline dan online advertising
h. Memperbaiki pengenalan merek
i. Penggunaan Multimedia
j. Mengintegrasikan offline dan online advertising
k. Adaptasi pesan
l. Jejaring sosial m. Kontes dan diskon
  
> Membangun koneksitas marketing
Meskipun marketer bisa membangun sebuah blog atau situs video, marketer masih bisa saja kekurangan koneksi. Koneksi adalah inti dari media sosial.
Tugas koneksitas marketing adalah bagaimana agar sebuah perusahaan dapat terhubung dengan konsumen, menjaga janji merek yang dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen.

> KONEKSITAS MARKETING YANG EFEKTIF
a. Kembangkan visi yang dapat menghubungkan perusahaan, karywan dan semua pemangku kepentingan.
b. Kembangkan pengetahuan, pastikan marketer mengambil informasi dari banyak sumber.
c. Membuat strategi yang dapat mendorong menghubungkan orang, rencana pemasaran dan anggran terbaik untuk meningkatkan belanja online konsumen.


> Pengukuruan Media Pemasaran baru 
Evaluasi dari Media Pemasaran Baru terukur dari:
a. Financial, mengukur hasil bottom line dan berada pada level menyeluruh terutama pengukuran sales, reveneu, gross margin, profit dan marketing spend.
b. Customer based, mengukur kinerja pemasaran dalam membangun aset berbasis pelanggan yang memberikan hasil finansial, terutama yang berkaitan dengan awareness, exploration.commitment dan dissolution.
c. Implementasi, digunakan untuk melihat seberapa efektifkah kinerja elemen marketing mix dlaam membangun aset berorientasi pelanggan.

> Indikator Keberhasilan Pengurangan biaya pemasaran.
a. Jumlah atau nilai penjualan atau langganan order yang dipesan atau dibeli melalui web.
b. Marketer churn rate.
c. Kunjungan ke website dari link dalam email.
d. Rekor kampanye untuk membantu menentukan dampak promosi dari waktu ke waktu.