CITRA
Ada beberapa definisi citra yang dikemukakan oleh para ahli
antara lain:
Kotler (2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker & Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of people think and know about or object “.
Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987 ; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.
Kotler (2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker & Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of people think and know about or object “.
Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987 ; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.
Suatu citra bisa sangat kaya makna atau sederhana saja. Citra dapat berjalan
stabil dari waktu ke waktu atau sebaliknya bisa berubah dinamis, diperkaya oleh
jutaan pengalaman dan berbagai jalan pikiran asosiatif. Setiap orang bisa
melihat citra suatu objek berbeda-beda, tergantung pada persepsi yang ada pada
dirinya mengenai objek tersebut atau sebaliknya citra bisa diterima relatif
sama pada setiap anggota masyarakat, ini yang biasa disebut opini publik.
Seperti yang dikemukakan Assael ( 1987 ; 162 ) yaitu : “ An Image is a total
perception of the subject that this formed by processing information from
various sources over time “. Citra merupakan keseluruhan dari persepsi
seseorang terhadap satu hal yang dibentuk melalui proses informasi yang diperoleh
dari berbagai sumber.
Berikut merupakan contoh dari citra di dalam sebuah perusahaan:
- Citra
Harapan (Wish Image)
Suatu
citra yang dibentuk sesuai dengan keingininan perusahaan atau organisasi. Contoh:
PT Djarum adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Rokok saat ini masih banyak mengalami pertentangan karena ada anggapan bahwa rokok itu haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim. Ini merupakan salah satu isu yang mengancam perusahaan PT Djarum. walaupun isu yang kontra terhadap PT Djarum ini banyak namun tidak menghalangi perusahaan ini tetap berjalan, salah satu cara untuk membangun citra harapan adalah dengan mengadakan program CSR. Dengan berbagai program CSR yang diadakan perusahaan ini masyarakat akan melihat PT. Djarum sebagai perusahaan yang turut membangun negeri seperti teks linenya, jadi masyarakat lebih memandang PT Djarum dari sisi positif dengan berbagai program CSR yang dijalankan, dibanding sisi negatifnya.
PT Djarum adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Rokok saat ini masih banyak mengalami pertentangan karena ada anggapan bahwa rokok itu haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim. Ini merupakan salah satu isu yang mengancam perusahaan PT Djarum. walaupun isu yang kontra terhadap PT Djarum ini banyak namun tidak menghalangi perusahaan ini tetap berjalan, salah satu cara untuk membangun citra harapan adalah dengan mengadakan program CSR. Dengan berbagai program CSR yang diadakan perusahaan ini masyarakat akan melihat PT. Djarum sebagai perusahaan yang turut membangun negeri seperti teks linenya, jadi masyarakat lebih memandang PT Djarum dari sisi positif dengan berbagai program CSR yang dijalankan, dibanding sisi negatifnya.
- Citra
perusahaan
merupakan citra secara keseluruhan yang dipandang dari kinerja
internal perusahaan yang meliputi sejarah, visi& misi perusahaan, kualitas
pelayanan, keberhasilan, hingga tanggungjawab sosial yang dijalankan
perusahaan. Melalui hal tersebut public akan mengetahui gambaran pesan yang
akan disampaikan dari perusahaan tersebut.
Contoh:
Perusahaan
maskapai penerbangan Air Asia, sebagai maskapai baru pasti membutuhkan image
yang baik sehingga dapat menarik konsumen atau penumpang agar mau menggunakan
jasa penerbangan Air Asia. Citra Air asia sekarang ini yang diusung adalah
armadanya yang selalu baru dengan pilot yang sudah mempunyai jam terbang
panjang. Dengan teks line ini maka dapat menarik konsumen dari kalangan yang
berpengalaman atau menengah keatas, walaupun sebelumnya Air Asia selalu
mengusung promo untuk menarik penumpang menengah kebawah.Ada 5 (lima) jenis citra yaitu citra bayangan (mirror image), citra yang berlaku (current image),citra yang diharapkan (wish image), citra majemuk (multiple image), citra perusahaan (corporate image).
1. Citra
Bayangan :
Citra
bayangan adalah suatucitra yang melekat pada orang–orang dalam atau
anggota
organisasi pada suatu perusahaan/organisasi. Biasanya citra bayangan
ini sering melekat pada para pimpinan organisasinya.“Orang–orang dalam“
organisasi sering menganggap bahwa citra organisasi di mata masyarakat
adalah positif bahkan seringkali terlalu positif. Anggapan “orang–orang
dalam“ organisasi tentang citranya yang positif di masyarakat memang
seringkali tidak selalu tepat atau tidak sesuai dengan kenyataan yang
sesungguhnya sedang terjadi.
2. Citra
Yang Berlaku :
Citra yang berlaku
adalah suatu citra
atau pandangan yang
melekat dari pihak – pihak
luar / eksternal tentang suatu
organisasi. Seperti citra bayangan, citra yang berlaku juga tidak
selamanya / seringkali jarang
sesuai dengan kenyataan,
karena hal tersebut
terbentuk berdasarkan pengalaman
atau pengetahuan dari
orang – orang luar tersebut
yang biasanya tidak
punya informasi yang
memadai tentang organisasi
yang bersangkutan. Citra tersebut
cenderung negatif sehingga
bisa punya dampak
bagi citra buruk
organisasi. Dan seringkali
kurang disadari oleh
pihak manajemen banyak
organisasi, oleh karena
itu public relations
harus secara simultan
menginterpretasikan sikap –
sikap pihak luar
terhadap organisasinya yang
bisa saja keliru
memperkirakan pandangan khalayak
eksternalnya.
3. Citra
Yang Diharapkan :
Citra yang diharapkan
adalah suatu citra
yang diharapkan / diinginkan
oleh pihak manajemen
banyak organisasi. Citra
ini juga tidak
sama dengan citra
yang sebenarnya. Biasanya
citra yang diharapkan
ini lebih baik
atau lebih
menyenangkan daripada citra
yang ada. Namun
secara umum, bahwa
citra yang diharapkan
adalah suatu hal
yang selalu identik
dengan hal – hal yang
baik. Jadi citra
yang diharapkan adalah
suatu program yang
dirumuskan dan
kemudian dilaksanakan guna
menyambut sesuatu hal
yang relatif baru
khususnya pada suatu
hal dimana khalayak
eksternal ( target khalayak )
organisasi belum memiliki
informasi yang memadai
mengenai hal yang
dimaksud.
4. Citra
Majemuk:
Citra majemuk adalah
suatu citra yang
beraneka ragam yang
belum tentu sama
dengan citra organisasi
atau perusahaan secara
menyeluruh. Bisa dikatakan
bahwa jumlah citra
yang dimiliki suatu
organisasi / perusahaan sama
banyaknya dengan jumlah
anggota organisasi yang
dimilikinya. Untuk mengantisipasi masalah – masalah yang
mungkin akan timbul,
variasi citra tersebut
harus dieliminis seminimal
mungkin dan citra
perusahaan harus ditegakkan.
Contoh solusi yang
bisa diterapkan antara
lain mewajibkan semua
karyawan mengenakan pakaian
seragam, menyamakan jenis
dan warna mobil
dinas dsb.
5. Citra
Perusahaan
Citra perusahaan atau
seringkali juga disebut
sebagai citra lembaga / institusi adalah merupakan citra dari
sebuah organisasi secara
menyeluruh. Penjabaran citra
perusahaan bukan hanya
dilihat secara parsial
dari sudut citra
atas produk atau
pelayanan semata – mata. Karena
citra perusahaan merupakan
sebuah proses perjalanan
perusahaan yang kemudian
menghasilkan sebuah penilaian
secara menyeluruh tentang
organisasi yaitu citra
perusahaan. Indikator citra antara
lain sejarah atau
riwayat hidup perusahaan
yang gemilang, kinerja
keuangan yang pernah
diraih, keberhasilan ekspor,
hubungan industrial yang
baik, partisipasi dalam
memikul tanggung jawab
sosial dsb.
**
REPUTASI
Reputasi adalah sebuah konsep dalam public relations (PR) yang sulit didefinisikan secara tegas. Reputasi adalah intangible asset yang sulit diukur dan dijelaskan
keberadaannya karena reputasi bukan sebuah produk yang dapat dilihat.
Meski demikian keberadaan reputasi yang baik dapat memperkuat posisi
perusahaan ketika berhadapan dengan pesaing.
Beberapa kalangan menganggap reputasi sama dengan image perusahaan, sedangkan kalangan yang lain menyebut bahwa reputasi memiliki perbedaan dengan image. Kennedy (1977) dalam Gotsi dan Wilson (2001) menyatakan bahwa image memiliki kesamaan dengan reputasi karena perusahaan pun membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk sebuah image. Sehingga perdebatan mengenai definisi image dan reputasi tidak diperlukan, selama publik dapat memahami konteks dalam memahami kedua konsep tersebut.
Dalam persepsi publik, citra perusahaan terbentuk dari asosiasi
antara perusahaan sebagai subjek dan atribut- atributnya (citra baik
atau buruk, berkualitas atu tidak berkualitas, peduli lingkungan,
bertanggung jawab dan sebagainya). Menurut Dr. AB Susanto, akumulasi dari citra perusahaan akan membentuk reputasi perusahaan yang bermakna bagi perusahaan itu sendiri., contoh salah
satu perusahaan yang sukses mengangkat citra perusahaannya adalah Nestle
Indonesia.
Contoh dari reputasi:
- PT. Awal Fajar Adicita, perusahaan yang bergerak dibidang communication specialist yang berdiri sejak 1995 ini menumbuhkan kepercayaan, citra dan reputasi melalui profesionalisme dengan cara memberdayakan SDM melalui fasilitas pebdukung. Misi PT. AFA adalah menciptakan keharmonisan hubungan antara pihak-pihak berkepentingnan dengan para stakeholder-nya, melalui komunikasi yang terencana, efektif dan optimal.
- Jakob Oetama, seorang pengusaha pemilik usaha Kompas Gramedia Group yang pada awal mula berdiri tidak hanya mewartakan berita kehalayak luas, tetapi sudah menjadi konglomerat yang memiliki banyak usaha. Bisnis Kompas Gramedia Group tidak hanya berkutat pada wilayah percetakan, penerbitan tapi sudah merambah ke bisnis perhotelan, televisi, pendidikan hingga consumer goods.
- Asian Insurance Cabang Yogyakarta, suatu perusahaan asuransi yang selalu menjaga citra perusahaan demi meningkatkan kepercayaan para nasabahnya. Terlebih lagi perusahaan asuransi ini tergolong pendatang baru yakni baru 3 bulan beroprasi di Yogyakarta maka diperlukan berbagai langkah untuk bisa mengatur dan merebut pasar di kota gudeg ini.
Contoh dari reputasi:
- PT. Awal Fajar Adicita, perusahaan yang bergerak dibidang communication specialist yang berdiri sejak 1995 ini menumbuhkan kepercayaan, citra dan reputasi melalui profesionalisme dengan cara memberdayakan SDM melalui fasilitas pebdukung. Misi PT. AFA adalah menciptakan keharmonisan hubungan antara pihak-pihak berkepentingnan dengan para stakeholder-nya, melalui komunikasi yang terencana, efektif dan optimal.
- Jakob Oetama, seorang pengusaha pemilik usaha Kompas Gramedia Group yang pada awal mula berdiri tidak hanya mewartakan berita kehalayak luas, tetapi sudah menjadi konglomerat yang memiliki banyak usaha. Bisnis Kompas Gramedia Group tidak hanya berkutat pada wilayah percetakan, penerbitan tapi sudah merambah ke bisnis perhotelan, televisi, pendidikan hingga consumer goods.
- Asian Insurance Cabang Yogyakarta, suatu perusahaan asuransi yang selalu menjaga citra perusahaan demi meningkatkan kepercayaan para nasabahnya. Terlebih lagi perusahaan asuransi ini tergolong pendatang baru yakni baru 3 bulan beroprasi di Yogyakarta maka diperlukan berbagai langkah untuk bisa mengatur dan merebut pasar di kota gudeg ini.
