Metodologi Survei Corporate Image 2015
Media Sosial Google+
Saturday, January 9, 2016
Membangun Corporate Image Melalui IMC
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah strategi paling efektif dalam membangun corporate image dewasa ini. Perusahaan harus mengintegrasikan media konvensional, digital, event dan social media untuk membangun corporate image yang baik. Demikian juga, integrasi antar departemen seperti PR, Marcomm, Marketing & Operasional sangat diperlukan untuk suksesnya IMC.
Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap citra perusahaan atau corporate image? Sebagian besar mungkin akan mengatakan bahwa ini menjadi tanggung jawab mereka yang memiliki jabatan corporate secretary (corsec). Ini jabatan yang cukup umum dimiliki oleh perusahaan yang sudah go public. Untuk perusahaan yang belum go public, urusan pengembangan corporate image akan diserahkan ke bagian PR atau divisi marcomm.
Kenyataannya, banyak pekerjaan untuk membangun corporate image menimbulkan konflik internal, terutama menyangkut masalah pembagian pekerjaan antardivisi. Kadang-kadang, konflik ini bukan saja menyangkut masalah pembagian pekerjaan, tetapi lebih dalam lagi karena berhubungan dengan perbedaan tujuan dan sasaran yang akan dicapai.
Mari kita bayangkan beberapa contoh program dan aktivitas sosial dari sebuah perusahaan yang ingin meningkatkan corporate image melalui program perbaikan masalah sosial dan lingkungan. Ambil contoh, sebuah bank membantu untuk memperbaiki kondisi pasar-pasar tradisional supaya lingkungannya menjadi lebih bersih. Siapa yang menjadi penanggung jawab untuk aktivitas ini?
Bisa saja corsec atau kepala divisi public relations. Kenyataannya, divisi lain terutama bagian marketing juga sangat ikut terlibat. Mereka ingin terlibat karena ingin mempromosikan produknya melalui aktivitas ini. Dari sinilah kemudian muncul konflik. Corsec ingin menjadikan aktivitas ini untuk meningkatkan corporate image dari bank tersebut. Divisi marketing ingin membuat mereknya semakin kuat, dan bagian penjualan bahkan ingin menjadikan aktivitas ini sebagai cara untuk meningkatkan penjualan.
Misalnya lagi, produsen personal care melakukan aktivitas sosial di sekolah-sekolah. Mereka ingin melakukan edukasi kepada setiap siswa di sekolah yang dikunjungi, agar menjaga kesehatan. Siapa yang menjadi penanggung jawab untuk aktivitas ini? Corsec, divisi PR, marketing, atau sales? Kemudian juga, dari divisi manakah bujet untuk kegiatan ini dikeluarkan?
Saya yakin, kedua contoh konflik atau ketidakjelasan di atas tadi adalah hal yang sangat umum dijumpai di perusahaan. Ada banyak faktor yang membuat ketidakjelasan dalam hal ini. Dan hal tersebut seharusnya menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan pada tingkat top management. CEO harus memformulasikan strategi maupun perubahan paradigma yang jelas untuk mengembangkan corporate image dari perusahaannya.
Lima Strategi dan Paradigma
Pertama, manajemen puncak harus menyadari bahwa urusan corporate image adalah urusan dari manajemen puncak, terutama CEO. Ini bukanlah pekerjaan yang dapat diserahkan kepada level manajer atau bahkan level staf. Pekerjaan membangun corporate image adalah pekerjaan yang terlalu besar bagi mereka yang baru duduk di level manajer. Membangun corporate image atau corporate reputation bukanlah sekadar aktivitas yang memiliki waktu tertentu dan hanya bersifat proyek semata.
Kedua, perusahaan melalui top management harus memformulasikan strategi corporate image yang jelas. Satu pertanyaan strategi besar yang harus tuntas dan jelas adalah untuk menentukan bagaimanakah hubungan antara corporate brand dan product brand.
Ada perusahaan yang membuat pemisahan sangat jelas antara corporate brand dan product brand. Perusahaan yang bergerak di industri consumer goods sering menggunakan pemilihan strategi merek ini. Bagi perusahaan ini, merek produk adalah hal yang paling penting. Mereka hanya memikirkan merek produk sebagai sumber intangible asset perusahaan. Perusahaan yang memilih strategi ini biasanya memang tidak memiliki sumber daya manusia yang memerhatikan pengembangan corporate image.
Perusahaan seperti Unilever, Kalbe, Sido Muncul, dan beberapa perusahaan lainnya lebih memilih untuk menjadikan corporate brand sebagai endorser. Mereka mengaitkan corporate brand dalam mengomunikasikan merek-merek produknya. Beberapa perusahaan memilih untuk menjadikan corporate brand sebagai umbrella brand untuk merek produk-produknya. Contoh perusahaan yang memilih strategi ini adalah Toyota, Yamaha, dan Samsung. Hampir setiap merek produk mereka diawali dengan merek perusahaan dan diikuti dengan merek produk yang memberi identitas terhadap tipe produknya.
Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang service seperti perbankan, asuransi, dan transportasi menjadikan corporate brand sebagai merek produknya. BCA, Mandiri, Garuda Indonesia, atau Blue Bird memiliki corporate brand dan product brand yang sama. Perusahaan yang memilih strategi terakhir ini sudah pasti menjadikan pengelolaan corporate brand sebagai hal yang sangat penting. Mengelola corporate image menjadi tanggung jawab dari top management.
Ketiga, mengelola corporate image adalah sebuah strategi dan aktivitas yang melibatkan berbagai stakeholder, yaitu pelanggan, publik, karyawan, investor, jurnalis, pelaku bisnis yang terkait, dan berbagai institusi lainnya. Untuk perusahaan yang sudah go public, berkomunikasi dengan para investor adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa perusahaan menjadikan publik sebagai stakeholder yang sangat penting. Perusahaan seperti pertambangan misalnya, sangat memerhatikan komunitas yang berada di sekitarnya dan sekaligus persepsi publik terhadap perusahaannya. Perusahaan perlu mengelola semua stakeholder ini sesuai dengan prioritasnya. Ini tidak seperti mengelola merek produk yang biasanya hanya fokus kepada para pelanggan atau konsumen.
Keempat, mengelola corporate image adalah melibatkan interaksi berbagai dimensi dan media. Perusahaan-perusahaan tidak hanya menggunakan iklan di media konvensional dalam mengembangkan corporate image-nya. Mereka membutuhkan media lain seperti kontak personal, media sosial, call center, e-mail, atau pertemuan dengan komunitas yang dibentuk perusahaan. Dalam hal ini, pekerjaan untuk membangun corporate image menjadi jauh lebih kompleks. Perusahaan perlu melakukan pengukuran media atau mengetahui interaksi manakah yang efisien dan efektif.
Mengukur Corporate Image
Kelima, perusahaan perlu melakukan pengukuran corporate image secara periodik. Pengukuran ini bisa dilakukan sekali dalam setahun atau dua kali per tahun. Berbagai cara pengukuran corporate image telah dikembangkan. Frontier Consulting Group telah melakukan pengukuran Corporate Image Index yang mencakup lebih dari 100 industri di Indonesia selama 15 tahun. Dalam pengukuran ini, publik, pelaku bisnis, jurnalis, dan investor dilibatkan.
Pengukuran ini dilakukan terhadap empat dimensi corporate image, yaitu quality, performance, responsibility, dan attractiveness. Dari 4 dimensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi 10 atribut. Hasil dari corporate index ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk melihat apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari perusahaan. Tentu ini akhirnya dapat menjadi masukan yang berharga bagi perusahaan untuk mengembangkan corporate image yang lebih kuat lagi.
Peran corporate image semakin penting di masa mendatang. Pelanggan akan semakin percaya dan loyal kepada perusahaan yang memiliki corporate image yang baik. Bukan hanya itu, perusahaan memiliki kesempatan bisnis yang jauh lebih besar di masa mendatang. Mereka juga mampu untuk menarik karyawan yang berkualitas. Inilah yang akhirnya membuat perusahaan semakin kompetitif. Tidak mengherankan, perusahaan harus memiliki komitmen untuk melakukan pengukuran corporate image-nya.
Thursday, September 24, 2015
TEORI CITRA DAN REPUTASI
CITRA
Ada beberapa definisi citra yang dikemukakan oleh para ahli
antara lain:
Kotler (2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker & Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of people think and know about or object “.
Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987 ; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.
Kotler (2000 ; 599) menyatakan bahwa : “ Image is the set beliefs, ideas, and impressions that a person hold of on object “. Sedangkan menurut Aacker & Myers (2000 ; 116) : “ The total impression of what person a group of people think and know about or object “.
Selanjutnya menurut Frank Jefkin ( 1987 ; 56 ) : “ And image is the impression gamed according to knowledge and understanding of the facts “. Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra yaitu: Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.
Suatu citra bisa sangat kaya makna atau sederhana saja. Citra dapat berjalan
stabil dari waktu ke waktu atau sebaliknya bisa berubah dinamis, diperkaya oleh
jutaan pengalaman dan berbagai jalan pikiran asosiatif. Setiap orang bisa
melihat citra suatu objek berbeda-beda, tergantung pada persepsi yang ada pada
dirinya mengenai objek tersebut atau sebaliknya citra bisa diterima relatif
sama pada setiap anggota masyarakat, ini yang biasa disebut opini publik.
Seperti yang dikemukakan Assael ( 1987 ; 162 ) yaitu : “ An Image is a total
perception of the subject that this formed by processing information from
various sources over time “. Citra merupakan keseluruhan dari persepsi
seseorang terhadap satu hal yang dibentuk melalui proses informasi yang diperoleh
dari berbagai sumber.
Berikut merupakan contoh dari citra di dalam sebuah perusahaan:
- Citra
Harapan (Wish Image)
Suatu
citra yang dibentuk sesuai dengan keingininan perusahaan atau organisasi. Contoh:
PT Djarum adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Rokok saat ini masih banyak mengalami pertentangan karena ada anggapan bahwa rokok itu haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim. Ini merupakan salah satu isu yang mengancam perusahaan PT Djarum. walaupun isu yang kontra terhadap PT Djarum ini banyak namun tidak menghalangi perusahaan ini tetap berjalan, salah satu cara untuk membangun citra harapan adalah dengan mengadakan program CSR. Dengan berbagai program CSR yang diadakan perusahaan ini masyarakat akan melihat PT. Djarum sebagai perusahaan yang turut membangun negeri seperti teks linenya, jadi masyarakat lebih memandang PT Djarum dari sisi positif dengan berbagai program CSR yang dijalankan, dibanding sisi negatifnya.
PT Djarum adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Rokok saat ini masih banyak mengalami pertentangan karena ada anggapan bahwa rokok itu haram untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim. Ini merupakan salah satu isu yang mengancam perusahaan PT Djarum. walaupun isu yang kontra terhadap PT Djarum ini banyak namun tidak menghalangi perusahaan ini tetap berjalan, salah satu cara untuk membangun citra harapan adalah dengan mengadakan program CSR. Dengan berbagai program CSR yang diadakan perusahaan ini masyarakat akan melihat PT. Djarum sebagai perusahaan yang turut membangun negeri seperti teks linenya, jadi masyarakat lebih memandang PT Djarum dari sisi positif dengan berbagai program CSR yang dijalankan, dibanding sisi negatifnya.
- Citra
perusahaan
merupakan citra secara keseluruhan yang dipandang dari kinerja
internal perusahaan yang meliputi sejarah, visi& misi perusahaan, kualitas
pelayanan, keberhasilan, hingga tanggungjawab sosial yang dijalankan
perusahaan. Melalui hal tersebut public akan mengetahui gambaran pesan yang
akan disampaikan dari perusahaan tersebut.
Contoh:
Perusahaan
maskapai penerbangan Air Asia, sebagai maskapai baru pasti membutuhkan image
yang baik sehingga dapat menarik konsumen atau penumpang agar mau menggunakan
jasa penerbangan Air Asia. Citra Air asia sekarang ini yang diusung adalah
armadanya yang selalu baru dengan pilot yang sudah mempunyai jam terbang
panjang. Dengan teks line ini maka dapat menarik konsumen dari kalangan yang
berpengalaman atau menengah keatas, walaupun sebelumnya Air Asia selalu
mengusung promo untuk menarik penumpang menengah kebawah.Ada 5 (lima) jenis citra yaitu citra bayangan (mirror image), citra yang berlaku (current image),citra yang diharapkan (wish image), citra majemuk (multiple image), citra perusahaan (corporate image).
1. Citra
Bayangan :
Citra
bayangan adalah suatucitra yang melekat pada orang–orang dalam atau
anggota
organisasi pada suatu perusahaan/organisasi. Biasanya citra bayangan
ini sering melekat pada para pimpinan organisasinya.“Orang–orang dalam“
organisasi sering menganggap bahwa citra organisasi di mata masyarakat
adalah positif bahkan seringkali terlalu positif. Anggapan “orang–orang
dalam“ organisasi tentang citranya yang positif di masyarakat memang
seringkali tidak selalu tepat atau tidak sesuai dengan kenyataan yang
sesungguhnya sedang terjadi.
2. Citra
Yang Berlaku :
Citra yang berlaku
adalah suatu citra
atau pandangan yang
melekat dari pihak – pihak
luar / eksternal tentang suatu
organisasi. Seperti citra bayangan, citra yang berlaku juga tidak
selamanya / seringkali jarang
sesuai dengan kenyataan,
karena hal tersebut
terbentuk berdasarkan pengalaman
atau pengetahuan dari
orang – orang luar tersebut
yang biasanya tidak
punya informasi yang
memadai tentang organisasi
yang bersangkutan. Citra tersebut
cenderung negatif sehingga
bisa punya dampak
bagi citra buruk
organisasi. Dan seringkali
kurang disadari oleh
pihak manajemen banyak
organisasi, oleh karena
itu public relations
harus secara simultan
menginterpretasikan sikap –
sikap pihak luar
terhadap organisasinya yang
bisa saja keliru
memperkirakan pandangan khalayak
eksternalnya.
3. Citra
Yang Diharapkan :
Citra yang diharapkan
adalah suatu citra
yang diharapkan / diinginkan
oleh pihak manajemen
banyak organisasi. Citra
ini juga tidak
sama dengan citra
yang sebenarnya. Biasanya
citra yang diharapkan
ini lebih baik
atau lebih
menyenangkan daripada citra
yang ada. Namun
secara umum, bahwa
citra yang diharapkan
adalah suatu hal
yang selalu identik
dengan hal – hal yang
baik. Jadi citra
yang diharapkan adalah
suatu program yang
dirumuskan dan
kemudian dilaksanakan guna
menyambut sesuatu hal
yang relatif baru
khususnya pada suatu
hal dimana khalayak
eksternal ( target khalayak )
organisasi belum memiliki
informasi yang memadai
mengenai hal yang
dimaksud.
4. Citra
Majemuk:
Citra majemuk adalah
suatu citra yang
beraneka ragam yang
belum tentu sama
dengan citra organisasi
atau perusahaan secara
menyeluruh. Bisa dikatakan
bahwa jumlah citra
yang dimiliki suatu
organisasi / perusahaan sama
banyaknya dengan jumlah
anggota organisasi yang
dimilikinya. Untuk mengantisipasi masalah – masalah yang
mungkin akan timbul,
variasi citra tersebut
harus dieliminis seminimal
mungkin dan citra
perusahaan harus ditegakkan.
Contoh solusi yang
bisa diterapkan antara
lain mewajibkan semua
karyawan mengenakan pakaian
seragam, menyamakan jenis
dan warna mobil
dinas dsb.
5. Citra
Perusahaan
Citra perusahaan atau
seringkali juga disebut
sebagai citra lembaga / institusi adalah merupakan citra dari
sebuah organisasi secara
menyeluruh. Penjabaran citra
perusahaan bukan hanya
dilihat secara parsial
dari sudut citra
atas produk atau
pelayanan semata – mata. Karena
citra perusahaan merupakan
sebuah proses perjalanan
perusahaan yang kemudian
menghasilkan sebuah penilaian
secara menyeluruh tentang
organisasi yaitu citra
perusahaan. Indikator citra antara
lain sejarah atau
riwayat hidup perusahaan
yang gemilang, kinerja
keuangan yang pernah
diraih, keberhasilan ekspor,
hubungan industrial yang
baik, partisipasi dalam
memikul tanggung jawab
sosial dsb.
**
REPUTASI
Reputasi adalah sebuah konsep dalam public relations (PR) yang sulit didefinisikan secara tegas. Reputasi adalah intangible asset yang sulit diukur dan dijelaskan
keberadaannya karena reputasi bukan sebuah produk yang dapat dilihat.
Meski demikian keberadaan reputasi yang baik dapat memperkuat posisi
perusahaan ketika berhadapan dengan pesaing.
Beberapa kalangan menganggap reputasi sama dengan image perusahaan, sedangkan kalangan yang lain menyebut bahwa reputasi memiliki perbedaan dengan image. Kennedy (1977) dalam Gotsi dan Wilson (2001) menyatakan bahwa image memiliki kesamaan dengan reputasi karena perusahaan pun membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk sebuah image. Sehingga perdebatan mengenai definisi image dan reputasi tidak diperlukan, selama publik dapat memahami konteks dalam memahami kedua konsep tersebut.
Dalam persepsi publik, citra perusahaan terbentuk dari asosiasi
antara perusahaan sebagai subjek dan atribut- atributnya (citra baik
atau buruk, berkualitas atu tidak berkualitas, peduli lingkungan,
bertanggung jawab dan sebagainya). Menurut Dr. AB Susanto, akumulasi dari citra perusahaan akan membentuk reputasi perusahaan yang bermakna bagi perusahaan itu sendiri., contoh salah
satu perusahaan yang sukses mengangkat citra perusahaannya adalah Nestle
Indonesia.
Contoh dari reputasi:
- PT. Awal Fajar Adicita, perusahaan yang bergerak dibidang communication specialist yang berdiri sejak 1995 ini menumbuhkan kepercayaan, citra dan reputasi melalui profesionalisme dengan cara memberdayakan SDM melalui fasilitas pebdukung. Misi PT. AFA adalah menciptakan keharmonisan hubungan antara pihak-pihak berkepentingnan dengan para stakeholder-nya, melalui komunikasi yang terencana, efektif dan optimal.
- Jakob Oetama, seorang pengusaha pemilik usaha Kompas Gramedia Group yang pada awal mula berdiri tidak hanya mewartakan berita kehalayak luas, tetapi sudah menjadi konglomerat yang memiliki banyak usaha. Bisnis Kompas Gramedia Group tidak hanya berkutat pada wilayah percetakan, penerbitan tapi sudah merambah ke bisnis perhotelan, televisi, pendidikan hingga consumer goods.
- Asian Insurance Cabang Yogyakarta, suatu perusahaan asuransi yang selalu menjaga citra perusahaan demi meningkatkan kepercayaan para nasabahnya. Terlebih lagi perusahaan asuransi ini tergolong pendatang baru yakni baru 3 bulan beroprasi di Yogyakarta maka diperlukan berbagai langkah untuk bisa mengatur dan merebut pasar di kota gudeg ini.
Contoh dari reputasi:
- PT. Awal Fajar Adicita, perusahaan yang bergerak dibidang communication specialist yang berdiri sejak 1995 ini menumbuhkan kepercayaan, citra dan reputasi melalui profesionalisme dengan cara memberdayakan SDM melalui fasilitas pebdukung. Misi PT. AFA adalah menciptakan keharmonisan hubungan antara pihak-pihak berkepentingnan dengan para stakeholder-nya, melalui komunikasi yang terencana, efektif dan optimal.
- Jakob Oetama, seorang pengusaha pemilik usaha Kompas Gramedia Group yang pada awal mula berdiri tidak hanya mewartakan berita kehalayak luas, tetapi sudah menjadi konglomerat yang memiliki banyak usaha. Bisnis Kompas Gramedia Group tidak hanya berkutat pada wilayah percetakan, penerbitan tapi sudah merambah ke bisnis perhotelan, televisi, pendidikan hingga consumer goods.
- Asian Insurance Cabang Yogyakarta, suatu perusahaan asuransi yang selalu menjaga citra perusahaan demi meningkatkan kepercayaan para nasabahnya. Terlebih lagi perusahaan asuransi ini tergolong pendatang baru yakni baru 3 bulan beroprasi di Yogyakarta maka diperlukan berbagai langkah untuk bisa mengatur dan merebut pasar di kota gudeg ini.
Monday, January 26, 2015
NEW MEDIA MARKETING
> Konsep Elemen Marketing dalam Pemasaran media baru
> Segmenting
Sekelompok orang / konsumen yang memiliki kemasa respons/minat/values belum tentu berinteraksi satu sama lain (dibentuk).
> Targeting
Memilih segmen yang akan dilayani (satu atau lebih) yang memberikan manfaat optimum pada perusahaan.
> Strategi Segmenting
a. Riset pasar
b. Listening
c. Talking
d. Energizing
e. Helping
f. Embracing
Orang/komunitas menolak atau menerima marketer untuk bergabung atau sebaliknya marketer dapat melakukan hal yang sama yaitu menolak atau menerima orang/komonitas.
> Positioning
Menempatkan daya pesona /value apa yang diinginkan ada dalam presepsi konsomen lebih mudah membedayakan dari orang lain (pesaing) Memperjelas daya pesona /value/karakter pada komunitas yang sudah di-confrim didukung dengan fakta (bukan bohong campur sumpah).
> Strategi Targeting
a. Kriteria memilih : ukuran pasar, pertumbuhan pasar, persaingan, dan keungulan gaya saing.
b. Tentukan kriteria persetujuan
c. Relevansi (intelectual,emosional, dan spiritual)
d. Tingkat keaktifan
e. Potensi jaringan (seberapa luas jaringannya)
> Strategi Positioning
- Talking your color
- Clearing your self
- Clarifying your brand personal
Elemen Marketing dalam Pemasaran media baru.
> PRODUK
Produk merupakan bentuk tawaran baik tangible mapupun intangible Statis, satu arah, satu sumber Produk diciptakan atas keinginan pelanggan Prosesnya : dinamis, interaktif dan multisumber Diciptakan bersama dengan konsumen atau bersama perusahaan lain.
> PRICE
Sejumlah nilai pengorbanan pelanggan untuk memperoleh produk yang sifatnya cenderung tetap Sejumlah nilai pengorbanan pelanggan untuk memperoleh produk yang lebih fleksibel karena ditentukan oleh nilai tukar uang sebuah negara Bahkan proses dilakukan bersama anatar produsen dan pelanggan Penyebabnya : faktor waktu, BBM dst
> PLACE
Saluran distribusi yang dapat menghantar produk dari produsen ke konsumen Mengaktifkan komunitas lewat pemimpin dan aktivis komunitas untuk memasarkan /mempromosikan produk
> PROMOTION
Menginformasikan produk baru, perubahan harga dsb Membujuk agar konsumen melakukan pembelian Mendorong pelanggan melakukan brand switching dan mempertahankan brand awareness Proses interaksi antara dua pihak yang kedudukannya setara berdiskusi untuk menemukan kebenaran bersama.
> PROSES
Menciptakan customer value yang dicerminkan oleh kualitas yang tinggi, cost lebih rendah dari deliveryyang tepat waktu . Proses menciptakan value berkalaborasi dengan perusahaan lain secara horizonta atas pentingan yang sama untuk memuaskan konsumen secara maksimal-utuh tanpa catat ( toyota, dan daihatsu ,merek: avanza-xenia , terios-rush)
> PEOPLE
Pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
Service dominate the expendingword economy as never before, and nothing stands stiil Melayani orang / konsumen denan kepedulia yang tulus, sepenuh hati baik before-during-after sales service-bukan lip service , bukan sekedar perhatian-bukan layanan nomor bebas pulsa Memperhatikan konsumen utuh sebagai manusia,bukan terbatas objek layanan
> Manajemen pemasaran media baru.
> Rencana Bisnis
Memahami produk,pasar, persaingan, hambatan, biaya pemasaran - pemasaran dan pengiriman yang efektif dan kerangkan implementasi yang baik.
a. Tentukan tujuan.
b. Memahami pasar Produ.
> Domain Nama
Pilih domain yang mudah diingat Daftarkan nama tersebut agar memiliki legalitas hukum Jika menemukan bahwa domain pilihan yang telah digunakan periksa layanan domain lainnya.
> Desain dan Pengembangan
a. Desain ditujukan untuk berkomunikais dengan pelanggan
b. Kecepatan akses
c. Navigasi yang logis
d. Terlihat menarik
e. Nuansa destinasi utama
f. Grafis mewah akan mengakibatkan pelanggan tidak sabar.
> Mengelola Konten
Pastikan informasi tetap menarik dan relevan sehingga memungkinkan perusahaan beradaptasi untuk memenuhi tuntutan pelanggan online Jika situs sibuk, interaksi dengan pelanggan dan pemrosesan order dapat memakan waktu yang lama.
Pastikan agar pelanggan tidak beralih karena keterlambatan dan siapkan anggaran untuk mengembangkan situs guna mengatasi masalah itu.
> Pemasaran Online dan Ofline
• Strategi online Daftarkan link dengan situs kunci yang relevan dengan target pasar yang ingin dicapai Bayar untuk iklan di bagian situs web populer yang dikunjungi oleh target pasar Tempatkan situs pada mesin pencari dan situs portal seperti yahoo, google, altavista.com dll
• Strategi Offline Sertakan URL (alamat web pada semua stasioner perusahaan) Manfaatkan media konvensional melalui siaran pers yang ditargetkan Tempatkan iklan cetak di media yang tepat Manfaat pameran dagang, agen perjalanan
> Transaksi Elektronik
Tantangan utama bagi perusahaan mampu melakukan transaksi online untuk kartu kredit , biasanya dilakukan dengan menggunakan rincian kartu kredit yang diperlukan melalui web kemudian secara manual dimasukkan ke rekening merchant lokal dalam batch sehari-hari.
> Social Media for Business
Social media marketing merupakan teknik menjadikan social media sebagai sarana marketing atau pemasaran produk dan untuk membantu memahami berbagai tipe social media yang populer.
> Perencanaan promosi dalam media pemasaran baru
a. Mendiskripsikan keseluruhan tujuan rencana pemasaran online
b. Mendiskusikan dan menyusun perpaduan rencana promosi offline dan online
c. Mendiskripsikan kondisi website marketer dan renacana ppemasaran, kekuatan dan kelemahan marketer
d. Mendiskusikan konsisi e-market, peluang yang tersedia dan ancaman
e. Mengidentifikasi pelanggan online yang paling ideal dan target pasarnya, tunjukkan profil kelompok browser yang menurut marketer akan sangat tertarik pada produk
f. Mediskusikan setiap penelitian yang akan dilakukan untuk membuat rencana e-marketing seperti survei online, email, jajak pendapat atau kelompok fokus bahkan offline
g. Membuat perencanaan yang spesifik untuk mencapai target pasar
h. Menentukan harga produk dan ajasa
i. Mengembangkan rencana untuk membangun reputasi marketer online
> Strategi Media pemasaran baru
Kriteria strategi penting agar sukses.Kualitas web
a. Kesadaran dan kedudukan search engine
b. Tambahan trafic situs dari posting media sosial
c. Gunakan media sosial untuk link berbasis SEO
d. Sasaran pasar spesifik
e. Memperbaiki pengenalan merek
f. Penggunaan Multimedia
g. Mengintegrasikan offline dan online advertising
h. Memperbaiki pengenalan merek
i. Penggunaan Multimedia
j. Mengintegrasikan offline dan online advertising
k. Adaptasi pesan
l. Jejaring sosial m. Kontes dan diskon
> Membangun koneksitas marketing
Meskipun marketer bisa membangun sebuah blog atau situs video, marketer masih bisa saja kekurangan koneksi. Koneksi adalah inti dari media sosial.
Tugas koneksitas marketing adalah bagaimana agar sebuah perusahaan dapat terhubung dengan konsumen, menjaga janji merek yang dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen.
> KONEKSITAS MARKETING YANG EFEKTIF
a. Kembangkan visi yang dapat menghubungkan perusahaan, karywan dan semua pemangku kepentingan.
b. Kembangkan pengetahuan, pastikan marketer mengambil informasi dari banyak sumber.
c. Membuat strategi yang dapat mendorong menghubungkan orang, rencana pemasaran dan anggran terbaik untuk meningkatkan belanja online konsumen.
> Pengukuruan Media Pemasaran baru
Evaluasi dari Media Pemasaran Baru terukur dari:
a. Financial, mengukur hasil bottom line dan berada pada level menyeluruh terutama pengukuran sales, reveneu, gross margin, profit dan marketing spend.
b. Customer based, mengukur kinerja pemasaran dalam membangun aset berbasis pelanggan yang memberikan hasil finansial, terutama yang berkaitan dengan awareness, exploration.commitment dan dissolution.
c. Implementasi, digunakan untuk melihat seberapa efektifkah kinerja elemen marketing mix dlaam membangun aset berorientasi pelanggan.
> Indikator Keberhasilan Pengurangan biaya pemasaran.
a. Jumlah atau nilai penjualan atau langganan order yang dipesan atau dibeli melalui web.
b. Marketer churn rate.
c. Kunjungan ke website dari link dalam email.
d. Rekor kampanye untuk membantu menentukan dampak promosi dari waktu ke waktu.
Wednesday, December 17, 2014
OOTOYA JAPANESE RESTAURANT
Ootoya bagi anda pencinta makanan ala Jepang maka Ootoya merupakan suatu restoran yang cocok bagi anda, Ootoya pun sudah dapat anda temukan di The Breeze-BSD City, Mall lipo Kemang, Summarecon Serpong, Pacific Place, Plazza Indonesia Dll. Nah kebetulan saya sudah mampir nih ke tempat Ootoya resto yang di The Breeze-BSD City, namun anda jangan khawatir karena saya sudah mempersiapkan peta dimana tempat Ootoya resto yang di The Breeze-BSD City.
Tepat nya didekat Tanggerang tetapi ini versi map yang jauh, namun ini dia map yang telah diperbersar
Setelah 2 Jam Perjalanan dari rumah saya (tepatnya di Pondok Kelapa - Jakarta Timur) saya pun sampai di The Breeze namun karena mau menjelang tahun baru & natal jadi di Mall The Breeze terdapat hiasan-hiasan Natal & walaupun saya muslin tetapi saya & keluarga menyempatkan diri untuk mengambil moment atau foto dengan si sinterclas :D
Cukup bagus kan Mall nya, yaa walaupun engga natalan tetapi foto saja lah buat update saja hahahha, namanya 2014-2015 masa iya engga foto-foto apalagi saya mengambil gambar dengan Lumia 1020 dengan 41 Megapixel, setelah berfoto saya pun mencari restoran Ootoya dan Allhamdulillah ketemu juga ini tempatnya
Sebenernya pohon palem nya agak ngalangin saya untuk mengambil foto gitu hahaha & Ootoya pun terletak disamping persis dengan Sushi T** dan tepat didepan dekat pintu masuk Ootoya terdapat menu yang besar
Ini dia menu raksaksa dan anda bisa memilih menu dari depan halaman Ootoya & setelah memilih pun saya dan keluarga saya memesan beberapa makanan ala jepang
Nampak lezat bukan? ya saya akui ini eenyyaaakk baanggeett karena HARGA menunjukan KUALITAS dari suatu makanan tersebut, jadi saya sarankan bagi anda pencinta makanan jepang untuk mencoba makanan di Ootoya tersebut dan rasa dari daging & ikan disini tuh seger bangeet dan betapa beruntung nya ketika saya makan disini saya bertemu dosen marketing saya dari Kalbis Institute yaitu Pak Chandra Iman Winata dan saya mendapat voucher potongan makan dari pak chandra makasih ya paak :D
Dan untuk makanan penutupnya saya memesan eskrim yang sangaat enyyaak
Yiihhaaaaaa allhamdulillah rezeki tidak akan kemana kok hahaha & setelah saya makan di Ootoya saya pun keluar dan kebetulan disaat itu juga sedang ada pangung entah itu siapa band nya tetapi menarik sekali karena band ini didatangkan dari Las Vegas ke indonesia (Katanyyaaa) tapi oke lah ini dia performnya
Dan uniknya Band Tersebut menampilkan apa yang belum pernah saya lihat yaitu memainkan musik dengan akrobatik di atas langit!!!! Gokiiilll!!!
Tuuhh kan lihat sendiri itu melayang ahahahah baiklah sekian dari perjalanan saya makan di Ootoya dan TerimaKasih :)
Subscribe to:
Comments (Atom)












